Tentang Diabetes Melitus
Pengertian Diabetes Melitus
Diabetes melitus juga merupakan penyakit metabolik di mana
kondisi kadar gula darah seseorang sangat tinggi yang terjadi
karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup
atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik, sehingga
gula darah tidak bisa dikontrol.
Faktor Risiko Diabetes Melitus
-
a. Faktor risiko yang dapat diubah yaitu kelebihan berat badan, obesitas
abdominal/sentral, aktivitas fisik yang kurang, tekanan darah tinggi,
dislipidemia, diet tidak sehat dan tidak seimbang (tinggi kalori),
riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT 140-199 mg/dL) atau Gula
Darah Puasa Terganggu (GDPT < 140 mg/dL), serta merokok.
b. Faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu ras dan etnik, usia, jenis
kelamin, riwayat keluarga diabetes melitus, riwayat melahirkan bayi
dengan BB > 4000 gram, riwayat lahir dengan BBLR < 2500 gram.
Jenis-jenis Diabetes Melitus
a. Diabetes melitus tipe 1 merupakan penyakit gangguan metabolik
yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali.
b. Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik
akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau
fungsi insulin yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah.
c. Diabetes melitus tipe lain merupakan penyakit gangguan
metabolik akibat kelainan genetik fungsi sel beta, kelainan genetik
kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati, karena
obat atau zat kimia, infeksi, sebab imunologi yang jarang, sindrom
genetik lain yang berkaitan dengan DM yang ditandai oleh
kenaikan kadar gula darah.
d. Diabetes melitus tipe gestasional adalah penyakit gangguan
metabolik yang terjadi pada wanita hamil, biasanya terjadi pada
usia 24 minggu masa kehamilan, dan setelah melahirkan kadar
gula darah kembali normal yang ditandai oleh kenaikan kadar
gula darah.
yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali.
b. Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik
akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau
fungsi insulin yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah.
c. Diabetes melitus tipe lain merupakan penyakit gangguan
metabolik akibat kelainan genetik fungsi sel beta, kelainan genetik
kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati, karena
obat atau zat kimia, infeksi, sebab imunologi yang jarang, sindrom
genetik lain yang berkaitan dengan DM yang ditandai oleh
kenaikan kadar gula darah.
d. Diabetes melitus tipe gestasional adalah penyakit gangguan
metabolik yang terjadi pada wanita hamil, biasanya terjadi pada
usia 24 minggu masa kehamilan, dan setelah melahirkan kadar
gula darah kembali normal yang ditandai oleh kenaikan kadar
gula darah.
Gejala Diabetes Melitus
Gejala penyakit diabetes melitus, meliputi:
a. Sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik.
b. Sering merasa haus padahal sudah minum cukup air.
c. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
d. Sering diserang rasa lapar yang ekstrem.
e. Luka lama atau sulit sembuh.
f. Pandangan kabur.
g. Sering buang air kecil.
h. Mudah mengantuk
i. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
a. Sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik.
b. Sering merasa haus padahal sudah minum cukup air.
c. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
d. Sering diserang rasa lapar yang ekstrem.
e. Luka lama atau sulit sembuh.
f. Pandangan kabur.
g. Sering buang air kecil.
h. Mudah mengantuk
i. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Pencegahan Diabetes Melitus
Lakukan langkah berikut sebagai upaya pencegahan penyakit diabetes, yaitu:
a. Menjaga berat badan ideal
b. Merubah menu makanan menjadi lebih sehat
c. Mengatur frekuensi makan
d. Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin
e. Berhenti merokok
f. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
g. Mencukupi waktu tidur dan istirahat
h. Melakukan manajemen stres dengan baik
i. Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, setidaknya kurang lebih satu kali dalam setahuns
a. Menjaga berat badan ideal
b. Merubah menu makanan menjadi lebih sehat
c. Mengatur frekuensi makan
d. Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin
e. Berhenti merokok
f. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
g. Mencukupi waktu tidur dan istirahat
h. Melakukan manajemen stres dengan baik
i. Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, setidaknya kurang lebih satu kali dalam setahuns
Pengobatan Diabetes Melitus
testtttsaaaaaaaaaaaa